TutupJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!

Kamis, 24 September 2015

“Boeng, ajo Boeng!”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEUviaOzAckwVkY6Z7oZ7Gb6OuEwa6iE5YZD8hVggNERxj6IY2JenDEjySGY4cUd93_EYxxD8Hei9dI5fNSgbHQpgcdHQOi45EpU33Y8fPVsoq3FAfxKJiPt-3bZDDUUMG5WuoX6jRX_o/s640/boeng+ajo+boeng.jpg 

Kata “bung” terdengar sangat heroik bersama letupan tabik “merdeka!” Di setiap pertemuan kaum-kaum berbambu runcing dulu, mereka menyapa tajam, setajam niat untuk membelah negeri dari penjajahan si mata biru. “Bung" adalah para pemuda pejuang berambut panjang dan tangan terkepal. “Bung” menjadi hasutan yang menggiring pemuda-pemuda mengenal arti kata merdeka. “Bung” adalah keberanian, kebebasan dan kemerdekaan itu.

Di kalangan pemimpin kemerdekaan, kata “bung” juga disematkan di depan Soekarno, Hatta dan Sjahrir. Di sela-sela diskusi kaum-kaum gelisah, kata “bung” menunjuk hidung bagi mereka yang mau berpikir segera dan menyurutkan langkah bagi kaum peragu. Kata “bung” menjadi ruh yang menobatkan diri bahwa kemerdekaan harus direbut dengan cara pasti. Sehingga segerombolan pemuda dengan yakin “menculik” Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk sebuah kepastian : kemerdekaan!

Melalui Radio Pemberontakan, Soetomo berbicara lantang. Sang “bung” menjadi mesiu yang membakar semangat, hingga perlawanan berkobar di Surabaya tanggal 10 November 1945. Bung Tomo adalah bung dengan penuh kepastian, ketika debat telah mengalir panjang dalam penemuan kelamin dari arti kemerdekaan, kata “bung” menjadi keteguhan. Bangkit dan melawan!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterangkan arti "bung" sebagai abang; panggilan akrab kepada seorang laki-laki. Sederhana dan apa adanya. Namun kisah heroik masa lampau menyeret kata bung tak jauh dari kata perlawanan, berkalung derita dan bermandi darah. Dan kata “bung” ada dalam ketulusan memilih pondasi yang tepat pada mimbar-mimbar pledoi pembelaan di depan pengadilan Hindia Belanda. “Bung” tak mampu dikurung dalam penjara-penjara dingin, karena di luar sana semangat si bung tetap menyala.

Dinding-dinding tercakar kata, bertulis “Merdeka atau Mati” ataupun di gerbong-gerbong Kereta Api. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno, 1 Juni 1945, “Lahirnya Pancasila”. Hingga menggiring beberapa pelukis ambil bagian untuk menambah daftar penyemangat. Mereka ingin membuat poster yang bertendensi mengobarkan semangat juang rakyat, atas permintaan Soekarno. Salah satunya adalah seorang pelukis bernama Affandi.

Sebuah poster yang idenya dari Bung Karno terlukis sebagai gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. Yang menjadi model saat itu adalah pelukis Dullah. Namun terasa kering, ketika belum ada kata-kata yang tertoreh di poster itu. Soedjojono, bapak seni lukis modern Indonesia, berinisiatif menanyakan kepada Chairil Anwar yang kebetulan baru datang ke sebuah pertemuan.

Dari mulut Chairil Anwar terdengar kalimat, “Boeng, ajo Boeng!” Dan ketika ditanyakan dari mana idenya, Chairil Anwar, penyair “si binatang jalang” itu bercerita bahwa para pekerja seks di Pasar Senen memanggil setiap pria dengan kata-kata "Bung Sini Bung!" Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu. Para pelacur mencoba merayu para pria dengan kata “bung,” yang ternyata juga kata itu dekat dengan gelora “semangat.” Dan para seniman lukis itu langsung dengan kocak berkesimpulan bahwa Chairil baru saja ber-"bung sini bung!"

Dalam perjalanan waktu kata “bung” tak hanya tampil dalam poster yang disebarluaskan ke segala tempat, tapi juga hadir di dinding-dinding, puisi hingga lagu. Seperti bait akhir dari lagu perjuangan kita, "…mari bung rebut kembali!" Kata “bung" melampaui garis pemisah berdasar kelas, agama, suku, dan juga ras. Kata "bung" membawa ke dalam suasana persatuan, solidaritas, dan nasionalisme.

Hingga suatu ketika pada akhir 1980-an, Harmoko, Menteri Penerangan zaman itu, pernah hendak membangkitkannya lagi. Si menteri yang gemar memulai pembicaraannya dengan kalimat "sesuai petunjuk Bapak Presiden" itu meminta agar "bung" dijadikan sebagai panggilan nasional lagi. Tapi himbauan itu tidak berdengung. "Bung" rupanya tidak cocok dengan suasana politik yang suram, ekonomi yang senjang dan keamanan yang terbelenggu. Seperti muaknya kepada para mahasiswa yang dulunya berlabel angkatan ‘65 tetapi ketika berlenggang di gedung dewan, mereka memunggungi rakyat yang ditungganginya. Dan tanpa malu pula mereka memakai kata "bung" untuk menyebut “sesamanya”.

Chairil Anwar menemukan kata “Bung, ayo Bung” dari kisah kelam para pelacur. Chairil menemukan kata “bung” pada mereka yang ingin juga merasakan nikmatnya hidup. Sama seperti kita yang juga ingin mencicipi kemerdekaan itu, walau sudah jelas rantai itu diputuskan. Gambar yang dijelaskan oleh kata “Boeng, ayo Boeng!”

Kini angin berhembus lain, ajakan “Boeng, sini Boeng” telah dijawab oleh para pemimpin negeri ini dengan melacurkan dirinya pada kuasa. Bersetubuh pada kepentingan partai dan kelompoknya saja. Bergelimang nafsu kuasa hingga jerit “persetubuhan” yang kentara adalah kepentingan menuju puncak orgasme politik dan berkeringat dusta. Nafas-nafas yang ditawarkan dalam dengus orasi politiknya.

Di setiap pagi terhadir kabar tak pasti. Bukan kepastian seperti poster “Boeng, ajo boeng” bergambar rantai terputus. Kisah itu sudah usang, sama tuanya dengan rantai yang telah berkarat. Kemerdekaan yang sudah lama, namun tak mencerminkan kemerdekaan yang penuh.

Hingga seperti Chairil Anwar “singgah” di sebuah waktu di Pasar Senen, kita pun sejenak datang pada mereka. Pada jelata dan pada sikap pelacoer politik. “Bung, ayo bung, mampirlah untuk berpikir !”


sumber : http://edisantana.blogspot.co.id/2010/09/bermula-dari-ucapan-para-pelacur.html

Senin, 31 Agustus 2015

Bon Jovi's Quote

 

Miracles happen everyday, change your perception of what a miracle is and you'll see them all around you.

Success is falling nine times and getting up ten.

Nothing is as important as passion. No matter what you want to do with your life, be passionate.
#JonBonJovi

 
Don't get too comfortable with who you are at any given time - you may miss the opportunity to become who you want to be.

If people have to tell you how successful they are, they really aren't that successful.

It's my life
It's now or never
I ain't gonna live forever
I just wanna live while I'm alive

All I have is this guitar, these chords and the truth

When you're about to give up and your heart's about to break,
remember that you're perfect,
God makes no mistakes
#JonBonJovi


Believe in yourself. Believe in your dreams. If you don’t, who will?
You can't win until you're not afraid to lose
#JonBonJovi

Sabtu, 14 Maret 2015

quotes Buya HAMKA




  • Dahulu kalau disebut orang kepada saya untung dan bahaya, tidak lain yang terlintas dalam fikiran saya daripada rumah yang indah, gedung yang permai, wang berbilang, emas bertahil, cukup dengan kenderaan dan kehormatan, dijunjung orang ke mana pergi. Sekarang saya telah insaf, bahawa semua ini bukan untuk bahagia, yang sejati ialah jika kita tahu, bahawa kita bukan hidup terbuang di dalam dunia ini, tetapi ada orang yang mencintai kita. #HAMKA


  • Kemerdekaan sauatu negara dapat dijamin teguh berdiri apabila berpangkal pada kemerdekaan jiwa #HAMKA


  • Jangan takut jatuh, kerana yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Yang takut gagal, kerana yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, kerana dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua. #HAMKA

  • Adil ialah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan berlaku zalim di atasnya. Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian #HAMKA

  • Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda. Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani #HAMKA


  • Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat #HAMKA


  • Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan #HAMKA


  • Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah #HAMKA

Minggu, 01 Maret 2015

Adolf Hitler's Quotes



  • “Do not compare yourself to others. If you do so, you are insulting yourself.”
  • “if you want to shine like sun first you have to be burn like it.” 
  • “And I can fight only for something that I love, love only what I respect, and respect only what I at least know.” 
  • “Anyone can deal with victory. Only the mighty can bear defeat.” 
  • When diplomacy ends, War begins.” 
  • “The man who has no sense of history, is like a man who has no ears or eyes” 
  • “By the skillful and sustained use of propaganda, one can make a people see even heaven as hell or an extremely wretched life as paradise.” 
  • “Words build bridges into unexplored regions.” 
  • “Demoralize the enemy from within by surprise, terror, sabotage, assassination. This is the war of the future.”
  • “Secular schools can never be tolerated because such a school has no religious instruction and a general moral instruction without a religious foundation is built on air; consequently, all character training and religion must be derived from faith . . . We need believing people.”
  • “Whenever human activity is directed exclusively to the service of the instinct for self-preservation it is called theft or usury, robbery or burglary etc” 
  • “I respected my father, but I loved my mother” 

Sabtu, 15 November 2014

Quote Eduard Douwes Dekker (Multatuli)



Uang mungkin disumbangkan, batu dan kapur mungkin dapat dibeli, tukang gambar bisa dibayar untuk membuat rencana, dan tukang batu mungkin dipekerjakan untuk memasang batu-batu.
Tapi iman yang hilang dan masih dihormati, yang melihat puisi dalam bentuk bangunan; puisi dari granit, yang bicara begitu lantang kepada orang-orang; puisi dalam bentuk marmer, yang tegak di sana sebagai doa abadi yang terus menerus dan tak tergoyahkan, tidak bisa dibeli dengan uang
#Multatuli


Karena peradaban atau apapun yang menyebut diri sebagai peradaban gemar menganggap semua yang alami sebagai keanehan
#Multatuli

 Memang benar bahwa siapa pun yang menghindari emosi, dan dengan senang hati menghindari perasaan iba, akan mengatakan bahwa manusia-manusia itu berkulit kuning atau coklat, dan banyak yang menyebut mereka berkulit hitam. Bagi orang-orang semacam itu, perbedaan warna sudah menjadi alasan yang cukup untuk mengalihkan pandangan dari penderitaan mereka, dan setidaknya untuk merendahkan dan memandang tanpa emosi
#Multatuli

Karena doa yang lebih suci, ucapan terima kasih yang lebih menggelora daripada kegembiraan bisu jiwanya, tidak bisa diungkapkan dalam bahasa manusia
#Multatuli

Karena kita bergembira bukan karena memotong padi; kita bergembira karena memotong padi yang kita tanam sendiri. Dan jiwa manusia tidak bergembira karena upah, tapi karena bergembira untuk mendapatkan upah itu.
#Multatuli

Hitam dan putih mudah digambarkan, tapi jauh lebih sulit menghasilkan variasi di antara kedua ekstrem ini, ketika kejujuran harus dihargai, dan kedua sisinya tidak berwarna terlalu gelap atau terlalu terang
#Multatuli

Yang terburuk dari adegan-adegan di panggung itu adalah orang menjadi begitu terbiasa dengan kebohongan sehingga mereka terbiasa melontarkan kekaguman dan bertepuk tangan
#Multatuli

Burung dara tidak akan terbang ke mulut seseorang dalam keadaan sudah terpanggang. Harus ada kerja!
#Multatuli

Pada umumnya menyampaikan berita buruk sangat tidak menyenangkan, dan tampaknya seakan sebagian dari kesan tidak menyenangkan ini melekat pada orang yang bertugas menyampaikannya
#Multatuli

Di tempat kemiskinan atau bencana kelaparan menciutkan jumlah penduduk, ini dikatakan sebagai akibat paceklik, kekeringan, hujan, atau sesuatu yang lain, dan TIDAK PERNAH KARENA SALAH PEMERINTAHAN
#Multatuli

Betapa mudahnya seseorang mempercayai orang lain yang tahu cara menampilkan diri seakan lebih berpengetahuan, padahal pengetahuan itu dari sumber asing
#Multatuli

Pengeluaran produk dari suatu keresidenan merepresentasikan kesejahteraan, pemasukan produk merepresentasikan kemiskinan
#Multatuli

Bukankah ketidakpuasan yang sudah lama ditekan itu ditekan agar bisa disangkal akhirnya akan berubah menjadi kemarahan, keputuasaan, dan kegilaan? Tidak bisakah kau melihat pemberontakan di ujung semuanya ini?
#Multatuli

Walaupun sendirian, jika perlu, aku akan menegakkan keadilan, dengan atau tanpa bantuan orang lain
#Multatuli

Para penerbit lebih menilai karya berdasarkan reputasi penulisnya daripada nilai isinya
#Multatuli

Yang memalukan adalah kejahatan, bukan kemiskinan
#Multatuli

Kurasa penting untuk mengharapkan agar mereka tidak berlagak congkak pada awal jabatan dan yang terutama tidak lamban serta apatis pada tahun-tahun terakhir pemerintahan mereka
#Multatuli

Dia tidak bisa melihat penderitaan tanpa mengalami penderitaan itu sendiri
#Multatuli

Tidak ada yang lebih mendatangkan kekuasaan kepada penjual, selain pengetahuan bahwa pembeli sangat memerlukan barang dagangannya
#Multatuli

Tuhan mengatur segala segala sesuatu yang secara ortodoks akan menuntun kepada kekayaan.  Ketidakakuratan tidak pernah memperbanyak uang
#Multatuli

Kebenaran, agar bisa menemukan jalan masuk, harus sebegitu sering meminjam gaun kebohongan
#Multatuli

Setengah-setengah tidak akan menghasilkan apa-apa. Setengah itu tidak baik. Setengah benar sama saja dengan tidak benar. Untuk mendapatkan bayaran penuh atas jabatan penuh,  setelah sumpah yang lengkap dan jelas, tugas harus dilaksanakan sepenuhnya
#Multatuli