TutupJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!

Senin, 15 Februari 2016

Y.B Mangunwijaya (Romo Mangun) Quotes

Image result for romo mangun
  • Patriotisme bukan seperti yang diindoktrinasikan orang-orang kolot zaman agraris itu. Aku tetap cinta Tanah Air, tetapi tidak dalam arti birokrat. Cinta saya kepada Tanah Air dan bangsa kuungkapkan secara masa kini, zaman generasi pascanasionalisme. Jika aku menjadi orang, pribadi, sosok jelas, yang menyumbang sesuatu yang berharga dan indah kepada bangsa manusia, disitulah letak kecintaanku kepada bangsa dan nasion #RomoMangun 

  • Dunia dagang adalah dunia keras dan kejam, lebih keji daripada medan pertempuran tentara, ya kecuali kalau dunia angkatan perang sudah menjadi dunia bisnis, nah, itu terkecuali. Kata yang berlaku dalam dunia kami bukan kesetiaan, tetapi efektif dan efisien, paling tidak, produktif, nilai tambah, penggaetan kesempatan, pembelian fasilitas, dan itu sering berarti spionase usaha dan hasil pihak lawan, kalau mungkin ya menyerobot penemuan paten, hak cipta, dan kelihaian pengacara penasihat hukum untuk menerobos lubang-lubang di antara pasal-pasal hukum perdata maupun pidana. Lalu apa fungsi kesetiaan dalam dunia kami? #RomoMangun 

  • yang satu butuh apa, yang lain memerlukan apa lain lagi. Adil kan tidak berarti sama rata sama rasa #RomoMangun

  • Pesta Yunani, pesta kaum demokrat yang membuktikan betapa filsafat dan kegembiraan murni benar-benar adalah saudara sekandung, karena kedua-duanya lahir dari rahim keindahan, yang tiada lain ialah cahaya cerlang keteraturan dan kebenaran, yang telah dibuahi oleh benih segala yang baik, baik melulu, baik murni, baik manusiawi #RomoMangun

  • Tanah air adalah tempat penindasan diperangi, tempat perang diubah menjadi kedamaian, kira-kira begitu. Tempat kawan manusia diangkat menjadi manusiawi, oleh siapa pun yang ikhlas berkorban. Dan patriotisme masa kini adalah solidaritas dengan yang lemah, yang hina, yang miskin, yang tertindas #RomoMangun

  • Dunia lambang tidak harus mengikuti logika dan etika tersendiri, bahkan boleh disebut juga suatu supralogika yang melayang bagaikan awan-awan di atas gunung dan lembah, namun yang mengandung uap air mati-hidup bagi segala yang di bawahnya #RomoMangun

  • Manusia tertawa jika dia terjepit dalam situasi antara logika dan kenyataan yang berbenturan tanpa dia dapat menguasainya #RomoMangun

  • Lama aku memandang ke semburan-semburan lidah api yang meleleh ke bawah itu. Elok, ya, indah. Banyak yang kejam keji tampak indah dari kejauhan #RomoMangun

  • Orang yang lari dari dunia yang satu harus menemukan dunia yang baru untuk bisa bertahan diri #RomoMangun

  • Setiap angkatan punya medan juang dan pahlawan mereka sendiri, jangan didramatisir #RomoMangun

  • Perempuan adalah bumi, yang menumbuhkan padi dan singkong, tetapi juga yang akhirnya memeluk jenazah-jenazah manusia yang pernah dikandungnya dan disusuinya #RomoMangun

  • orang itu kalau sudah fanatik agama kejamnya bukan main. Kejam atas nama Tuhan, kontradiksi yang aneh sekali, tetapi begitulah manusia #RomoMangun

  • Mengatakan bahwa sebuah teks bermakna 'tunggal' - oleh guru sekolah - merupakan suatu perkosaan terhadap prinsip pluralitas makna yang dimungkinkan di dalam semiotika. Mengatakan bahwa makna sebuah teks atau gambar harus mengikuti pemaknaan golongan tertentu merupakan satu bentuk represi tekstual #RomoMangun

  • Negeri ini sungguh-sungguh membutuhkan pemberani-pemberani yang gila, asal cerdas. Bukan yang tahu adat, yang berkepribadian pribumi, yang suka harmoni, yang saleh alim, yang nurut model kuli dan babu #RomoMangun

  • Uang tidak kucari dan emas membuatku menggeleng kepala. Hidup damai yang tahu bahasa bintang adalah pamrihku #RomoMangun

  • Setiap strategi yang sehat dan benar harus selalu berusaha mereduksi pihak lawan seminimum mungkin dan merangkul kawan sebanyak mungkin, sambil membujuk sebanyak mungkin lawan menjadi kawan, terserah apa latar belakangnya. Gerakan yang berkebiasaan membuat musuh di mana-mana amatlah bodoh #RomoMangun

  • tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan #RomoMangun 

  • Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing, itulah Indonesia #RomoMangun

Rabu, 13 Januari 2016

Fidel Castro's Quotes

Image result for fidel castro

I think that a man should not live beyond the age when he begins to deteriorate, when the flame that lighted the brightest moment of his life has weakened.
#FidelCastro 

Condemn me, it does not matter: history will absolve me
#FidelCastro 

I am not a dictator, and I do not think I will become one. I will not maintain power with a machine gun
#FidelCastro 

I am not a communist and neither is the revolutionary movement, but we do not have to say that we are anticommunists just to fawn on foreign powers
#FidelCastro 

A revolution is not a trail of roses. A revolution is a fight to the death between the future and the past
#FidelCastro 

They talk about the failure of socialism, but where is the success of capitalism in Africa, Asia and Latin America?
#FidelCastro 

North Americans don't understand... that our country is not just Cuba; our country is also humanity


There is not Communism or Marxism, but representative democracy and social justice in a well-planned econom
#FidelCastro 




Minggu, 15 November 2015

Quote Karl Marx

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xap1/v/t1.0-9/580736_491809204203411_1307604723_n.jpg?oh=1733e97a2f2c67101c524b47c2f777ee&oe=56F5BE5D 

The philosophers have only interpreted the world, in various ways. The point, however, is to change it
#KarlMarx

Religion is only the illusory Sun which revolves around man as long as he does not revolve around himself.
#KarlMarx

The last capitalist we hang shall be the one who sold us the rope.
#KarlMarx

People who make you laugh, who help you when you’re in need. People who genuinely care. They are the ones worth keeping in your life. Everyone else is just passing through
#KarlMarx

Reason has always existed, but not always in a reasonable form.
#KarlMarx

I am nothing but I must be everything
#KarlMarx


To be radical is to grasp things by the root
#KarlMarx


Society does not consist of individuals, but expresses the sum of interrelations, the relations within which these individuals stand.
#KarlMarx

Labor in the white skin can never free itself as long as labor in the black skin is branded
#KarlMarx

The road to hell is paved with good intentions
#KarlMarx

The production of too many useful things results in too many useless people
#KarlMarx

Social progress can be measured by the social position of the female
#KarlMarx


I find television and radio very uneducating. Every time somebody turns on the set, I go into the other room and read a book.
#KarlMarx

Workingmen of all countries, unite!
#KarlMarx

Minggu, 11 Oktober 2015

Quote Rumi

Image result for rumi

“The wound is the place where the Light enters you.”
#Rumi

“Stop acting so small. You are the universe in ecstatic motion.”
#Rumi


“If you are irritated by every rub, how will your mirror be polished?”
#Rumi

“You were born with wings, why prefer to crawl through life?”
#Rumi

“When you do things from your soul, you feel a river moving in you, a joy.”
#Rumi

“Don't be satisfied with stories, how things have gone with others. Unfold your own myth.”
#Rumi

“Knock, And He'll open the door
Vanish, And He'll make you shine like the sun
Fall, And He'll raise you to the heavens
Become nothing, And He'll turn you into everything.”
#Rumi

“Yesterday I was clever, so I wanted to change the world. Today I am wise, so I am changing myself.”
#Rumi

“silence is the language of God,
all else is poor translation.”
#Rumi

“Be grateful for whoever comes, because each has been sent as a guide from beyond.”
#Rumi

“There is a candle in your heart, ready to be kindled.
There is a void in your soul, ready to be filled."
#Rumi

“Travel brings power and love back into your life.”
#Rumi

“Goodbyes are only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul there is no such thing as separation.”
#Rumi

“Take someone who doesn't keep score,
who's not looking to be richer, or afraid of losing,
who has not the slightest interest even
in his own personality: he's free.”
#Rumi

“Reason is powerless in the expression of Love.”
#Rumi

“The moon stays bright when it doesn't avoid the night.”
#Rumi

“The breeze at dawn has secrets to tell you. Don't go back to sleep.”
#Rumi

“Moonlight floods the whole sky from horizon to horizon;
How much it can fill your room depends on its windows.”
#Rumi

“My heart is so small,it's almost invisible. How can You place such big sorrows in it?
"Look," He answered,
"your eyes are even smaller, yet they behold the world.”
#Rumi

“Be a lamp, or a lifeboat, or a ladder. Help someone's soul heal. Walk out of your house like a shepherd.”
#Rumi

“When someone beats a rug, the blows are not against the rug, but against the dust in it.”
#Rumi

“Pain is a treasure, for it contains mercies.”
#Rumi

“You are not a drop in the ocean. You are the entire ocean in a drop.”
#Rumi

“If in thirst you drink water from a cup, you see God in it. Those who are not in love with God will see only their own faces in it.”
#Rumi

“Give your weakness to one who helps.”
#Rumi

“Poetry can be dangerous, especially beautiful poetry, because it gives the illusion of having had the experience without actually going through it.”
#Rumi

“Maybe you are searching among the branches, for what only appears in the roots.”
#Rumi

“In the house of lovers, the music never stops, the walls are made of songs & the floor dances”
#Rumi

“let's get away from all the clever humans who put words in our mouth;
let's only say what our hearts desire.”
#Rumi

“Forget safety. Live where you fear to live.”
#Rumi

“I want to be where your bare foot walks, because maybe before you step, you'll look at the ground. I want that blessing”
#Rumi

“I searched for God and found only myself. I searched for myself and found only God.”
#Rumi

“You have forgotten the One
who doesn't care about ownership,
who doesn't try to turn a profit"
#Rumi

“Darkness may hide the trees and the flowers from the eyes
but it cannot hide love from the soul.”
#Rumi

Kamis, 24 September 2015

“Boeng, ajo Boeng!”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEUviaOzAckwVkY6Z7oZ7Gb6OuEwa6iE5YZD8hVggNERxj6IY2JenDEjySGY4cUd93_EYxxD8Hei9dI5fNSgbHQpgcdHQOi45EpU33Y8fPVsoq3FAfxKJiPt-3bZDDUUMG5WuoX6jRX_o/s640/boeng+ajo+boeng.jpg 

Kata “bung” terdengar sangat heroik bersama letupan tabik “merdeka!” Di setiap pertemuan kaum-kaum berbambu runcing dulu, mereka menyapa tajam, setajam niat untuk membelah negeri dari penjajahan si mata biru. “Bung" adalah para pemuda pejuang berambut panjang dan tangan terkepal. “Bung” menjadi hasutan yang menggiring pemuda-pemuda mengenal arti kata merdeka. “Bung” adalah keberanian, kebebasan dan kemerdekaan itu.

Di kalangan pemimpin kemerdekaan, kata “bung” juga disematkan di depan Soekarno, Hatta dan Sjahrir. Di sela-sela diskusi kaum-kaum gelisah, kata “bung” menunjuk hidung bagi mereka yang mau berpikir segera dan menyurutkan langkah bagi kaum peragu. Kata “bung” menjadi ruh yang menobatkan diri bahwa kemerdekaan harus direbut dengan cara pasti. Sehingga segerombolan pemuda dengan yakin “menculik” Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk sebuah kepastian : kemerdekaan!

Melalui Radio Pemberontakan, Soetomo berbicara lantang. Sang “bung” menjadi mesiu yang membakar semangat, hingga perlawanan berkobar di Surabaya tanggal 10 November 1945. Bung Tomo adalah bung dengan penuh kepastian, ketika debat telah mengalir panjang dalam penemuan kelamin dari arti kemerdekaan, kata “bung” menjadi keteguhan. Bangkit dan melawan!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterangkan arti "bung" sebagai abang; panggilan akrab kepada seorang laki-laki. Sederhana dan apa adanya. Namun kisah heroik masa lampau menyeret kata bung tak jauh dari kata perlawanan, berkalung derita dan bermandi darah. Dan kata “bung” ada dalam ketulusan memilih pondasi yang tepat pada mimbar-mimbar pledoi pembelaan di depan pengadilan Hindia Belanda. “Bung” tak mampu dikurung dalam penjara-penjara dingin, karena di luar sana semangat si bung tetap menyala.

Dinding-dinding tercakar kata, bertulis “Merdeka atau Mati” ataupun di gerbong-gerbong Kereta Api. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno, 1 Juni 1945, “Lahirnya Pancasila”. Hingga menggiring beberapa pelukis ambil bagian untuk menambah daftar penyemangat. Mereka ingin membuat poster yang bertendensi mengobarkan semangat juang rakyat, atas permintaan Soekarno. Salah satunya adalah seorang pelukis bernama Affandi.

Sebuah poster yang idenya dari Bung Karno terlukis sebagai gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. Yang menjadi model saat itu adalah pelukis Dullah. Namun terasa kering, ketika belum ada kata-kata yang tertoreh di poster itu. Soedjojono, bapak seni lukis modern Indonesia, berinisiatif menanyakan kepada Chairil Anwar yang kebetulan baru datang ke sebuah pertemuan.

Dari mulut Chairil Anwar terdengar kalimat, “Boeng, ajo Boeng!” Dan ketika ditanyakan dari mana idenya, Chairil Anwar, penyair “si binatang jalang” itu bercerita bahwa para pekerja seks di Pasar Senen memanggil setiap pria dengan kata-kata "Bung Sini Bung!" Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu. Para pelacur mencoba merayu para pria dengan kata “bung,” yang ternyata juga kata itu dekat dengan gelora “semangat.” Dan para seniman lukis itu langsung dengan kocak berkesimpulan bahwa Chairil baru saja ber-"bung sini bung!"

Dalam perjalanan waktu kata “bung” tak hanya tampil dalam poster yang disebarluaskan ke segala tempat, tapi juga hadir di dinding-dinding, puisi hingga lagu. Seperti bait akhir dari lagu perjuangan kita, "…mari bung rebut kembali!" Kata “bung" melampaui garis pemisah berdasar kelas, agama, suku, dan juga ras. Kata "bung" membawa ke dalam suasana persatuan, solidaritas, dan nasionalisme.

Hingga suatu ketika pada akhir 1980-an, Harmoko, Menteri Penerangan zaman itu, pernah hendak membangkitkannya lagi. Si menteri yang gemar memulai pembicaraannya dengan kalimat "sesuai petunjuk Bapak Presiden" itu meminta agar "bung" dijadikan sebagai panggilan nasional lagi. Tapi himbauan itu tidak berdengung. "Bung" rupanya tidak cocok dengan suasana politik yang suram, ekonomi yang senjang dan keamanan yang terbelenggu. Seperti muaknya kepada para mahasiswa yang dulunya berlabel angkatan ‘65 tetapi ketika berlenggang di gedung dewan, mereka memunggungi rakyat yang ditungganginya. Dan tanpa malu pula mereka memakai kata "bung" untuk menyebut “sesamanya”.

Chairil Anwar menemukan kata “Bung, ayo Bung” dari kisah kelam para pelacur. Chairil menemukan kata “bung” pada mereka yang ingin juga merasakan nikmatnya hidup. Sama seperti kita yang juga ingin mencicipi kemerdekaan itu, walau sudah jelas rantai itu diputuskan. Gambar yang dijelaskan oleh kata “Boeng, ayo Boeng!”

Kini angin berhembus lain, ajakan “Boeng, sini Boeng” telah dijawab oleh para pemimpin negeri ini dengan melacurkan dirinya pada kuasa. Bersetubuh pada kepentingan partai dan kelompoknya saja. Bergelimang nafsu kuasa hingga jerit “persetubuhan” yang kentara adalah kepentingan menuju puncak orgasme politik dan berkeringat dusta. Nafas-nafas yang ditawarkan dalam dengus orasi politiknya.

Di setiap pagi terhadir kabar tak pasti. Bukan kepastian seperti poster “Boeng, ajo boeng” bergambar rantai terputus. Kisah itu sudah usang, sama tuanya dengan rantai yang telah berkarat. Kemerdekaan yang sudah lama, namun tak mencerminkan kemerdekaan yang penuh.

Hingga seperti Chairil Anwar “singgah” di sebuah waktu di Pasar Senen, kita pun sejenak datang pada mereka. Pada jelata dan pada sikap pelacoer politik. “Bung, ayo bung, mampirlah untuk berpikir !”


sumber : http://edisantana.blogspot.co.id/2010/09/bermula-dari-ucapan-para-pelacur.html